Rabu, 25 Januari 2012

Surat cinta dari Pak Camat

Sabtu (21/01) siang, saya mendapatkan surat dari Bapak Camat Ilir Barat I Kota Palembang. Surat tersebut berisikan undangan agar saya, orang tua saya, dan adik-adik saya bisa hadir di Kantor Camat sejak surat tersebut diberikan hingga akhir Februari 2012 nanti. Bapak Camat meminta agar saya bisa datang dalam rangka pembuatan kartu tanda penduduk yang bersifat elektronik atau lebih dikenal dengan sebutan E-KTP.

Kebetulan pada hari itu, saya tidak bisa memenuhi undangan dari Bapak Camat dikarenakan saya harus lembur kerja sehingga saya putuskan untuk mendatangi kantor Pak Camat pada hari minggu. Berdasarkan informasi dari rekan-rekan yang telah memenuhi undangan dari Pak Camat, proses pembuatan E-KTP tidak membutuhkan waktu yang lama dan memang akan lama kalau para undangan yang datang sedang dalam kondisi ramai.

Pada hari minggu pagi, setelah membeli semen untuk memperbaiki bagian dari rumah orang tua, saya pun berangkat ke kantor Pak Camat guna memenuhi undangan dari Pak Camat. Tetapi naas yang aku dapatkan, setelah tiba di kantor Pak Camat, ternyata lampu padam. Berdasarkan kesaksian dari para undangan, ternyata lampu telah lama padam jauh sebelum saya datang. Akhirnya, saya pun memutuskan untuk pulang kerumah saja daripada menanti lampu hidup kembali sementara para undangan yang datang cukup ramai.

Malam harinya, setelah sholat maghrib, saya pun kembali menuju kantor Pak Camat karena sebelumnya ada seorang teman yang mengabarkan bahwa pada saat itu kondisi ditempat Pak Camat sedang sepi dari para undangan. Teman saya tersebut menyarankan agar saya segera pergi ke kantor Pak Camat. Hasilnya boleh dibilang lumayan, ketika saya datang, saya langsung masuk ruang pembuatan E-KTP tanpa antri terlebih dahulu dan saya pun dilayani oleh seorang pegawai yang saya kenal, tetapi dia tidak mengenali saya. :D

Ketika melakukan pembuatan E-KTP, saya hanya menggunakan pakaian apa adanya dan menggunakan celana yang robek pada bagian dengkulnya. Saya sedikit menyenal karena ternyata terdapat sesi pengambilan foto pada pembuatan E-KTP. Seandainya saya tahu bahwa ada sesi pengambilan foto, maka saya pasti akan berpakaian yang rapi sehingga ketampanan saya pun terlihat. Saya bersyukur karena ditakdirkan menjadi seorang lelaki yang tampan. :D

Setelah selesai membuat E-KTP, saya pun pulang kerumah untuk kembali membonceng orang tua dan adik-adikku untuk membuat E-KTP. Pada waktu keluar dari kantor Pak Camat, ternyata para undangan telah berangsur ramai. Bahkan sampai ketika saya telah mengajak orang tua dan adik saya, kondisi di Kantor Pak Camat telah sangat ramai. Sampai satu jam lebih saya menanti giliran dari ibu saya. Sementara Ayah dan Adik saya telah terlebih dahulu selesai.

Selama menanti ibu saya membuat E-KTP, saya pun hanya bisa mendengarkan lagu dari Pas Band yang berjudul Aku, lagu dari Kunci Band dengan Judul Basi serta Satu Sama Dengan Sama. Selain mendengarkan lagu-lagu tersebut, ketika melihat para undangan yang datang dan rela menanti, saya pun mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa betapa cinta rakyat Indonesia terhadap para pemimpinnya. Sementara para pemimpinnya belum tentu mencintai rakyatnya seperti ini.

Sebuah kalimat sederhana tersebut, kini menjadi tanda tanya besar difikiranku ketika menyaksikan orang-orang yang rela meninggalkan kegiatan mereka untuk sekedar menuruti perintah para pemimpinnya yaitu membuat E-KTP. Bahkan bukan hanya itu, ditengah keputusasaan terhadap para pemimpin, rakyat Indonesia masih menyediakan waktu untuk datang pada tempat pemungutan suara guna memberikan amanah mereka kepada Anggota Dewan yang dipilihnya, kepada Presiden yang dipilihnya, kepada Gubernur yang dipilihnya, dan kepada Walikota atau Bupati yang dipilihnya. Semua itu mereka lakukan sebagai wujud rasa cinta mereka terhadap negeri dan kepada para pemimpin bangsa ini dengan harapan agar para pemimpin tersebut menjadi perantara Tuhan agar bisa membantu rakyat Indonesia menjadi lebih sejahtera dan lebih baik dari sebelumnya.

Tetapi sepertinya, rasa cinta dari rakyat Indonesia kepada para pemimpinnya, pada saat ini masih bertepuk sebelah tangan. Cinta yang mereka berikan kepada para pemimpin, tidaklah dibalas dengan cinta yang dimiliki oleh para pemimpin. Para pemimpin seolah telah melupakan betapa besar cinta dan pengorbanan yang telah dilakukan dan diberikan oleh rakyat Indonesia kepada mereka. Sangat miris dan sangat terluka memang kondisi hati para rakyat Indonesia pada saat ini ketika melihat perlakuan dari orang yang dicintainya. Sungguh terlalu.

Sikap tega terhadap rakyat Indonesia yang dilakukan oleh para pemimpin ini, ternyata juga mendapat tanggapan dari masyarakat yang berada di luar Indonesia. Contohnya adalah tragedi jembatan putus yang digunakan oleh anak-anak untuk pergi sekolah. Peristiwa tersebut mendapatkan perhatian dari orang Inggris dan Amerika Serikat serta pemain sepak bola Manchester City yang bernama Vincent Kompany.

Sungguh menyedihkan memang, jikalau penghianatan cinta ini sampai diketahui oleh orang lain bahkan sangat miris ketika mereka mengetahui bahwa para pemimpin di negara kita ini ternyata berlomba-lomba untuk menghabiskan uang untuk berpoya-poya untuk kepentingan pribadi dan golongan mereka. Tetapi, untuk kepentingan rakyat yang mencintai mereka, para pemimpin tersebut akan mencari berbagai alasan atau bahkan menyalahkan rakyat yang mencintai mereka agar mereka sebagai pemimpin bisa menghindar dari kesalahan.

Sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan tentunya. Biasanya, kalau cinta telah dikhianati, kejadian-kejadian buruk bisa terjadi. Jangan sampai cinta rakyat kepada para pemimpin menjadi sebuah kebencian yang nantinya akan menimbulkan semangat bagi rakyat di Seluruh daerah untuk menghancurkan para pemimpinnya. Tentunya hal ini akan sangat memalukan. Tetapi, hal tersebut sangat lebih baik daripada rasa cinta yang diberikan oleh rakyat Indonesia tersebut, ternyata membuat para pemimpin menjadi setan yang menghancurkan kehidupan rakyat yang dipimpinnya.

Kamis, 05 Januari 2012

Resolusi 2012: Bubarkan pengadilan!!!

Ketidakadilan Hukum ( internet  / blogspot.com )
Salah satu penyebab negara Indonesia tidak mengalami kemajuan dalam berbagai bidang adalah dikarenakan para pemimpinnya lebih cenderung tidak sesuai antara perkataan dengan perbuatan mereka. Sebagai rakyat, saya muak dengan sikap para pemimpin yang seperti ini. Mereka mencitrakan diri seolah-olah baik, tetapi pada kenyataannya mereka sangatlah busuk.

Bagian dalam elemen dinegara kita Indonesia ini, yang lebih cenderung berbeda antara perkataan dengan perbuatan adalah perilaku para pemimpin kita yang bertugas menjadi aparat penegak hukum. Mereka yang sejatinya menegakkan hukum, tetapi ternyata termasuk kedalam golongan orang yang menghancurkan hukum.

Baru-baru ini, beredar kabar bahwa ada seorang remaja yang mencuri sendal milik pihak keamanan. Anak remaja tersebut tertangkap dan dibawa ke kantor polisi dan saat ini sedang menjalani persidangan. Kabarnya, tuntutan terhadap anak remaja tersebut adalah lima tahun penjara dan sebelumnya juga dikabarkan bahwa sang anak mengalami pemukulan.


Menurut Briptu AR, selain dirinya, kawan-kawan sekosnya pun kehilangan sandal. Ia pun mempersoalkan pencurian sandal jepit itu ke pihak kepolisian tempatnya mengabdi. Enam bulan setelah peristiwa pencurian itu, polisi memanggil AAL dan kawannya. Mereka diinterogasi, bahkan dipukuli dengan tangan dan benda tumpul.


Kasus anak remaja tersebut hanyalah sebagian kecil bentuk kemunafikan dari para penegak hukum di negeri ini. Mereka hanya berani terhadap rakyat biasa, sementara terhadap koruptor atau orang kaya yang mempunyai banyak harta dan banyak backing, mereka lempek bagaikan ayam sayur. Hukum menjadi sampah dikarenakan uang suap yang mereka terima sangatlah besar jumlahnya.

Kalaupun koruptor atau orang kaya tersebut dipenjara, saya tidak yakin sepenuhnya bahwa para korupotor atau orang kaya tersebut dipenjara. Apalagi mereka yang mempunyai kenalan dengan para petinggi di negeri ini. Bingkainya, mereka memang dipenjara. Tetapi bukan tidak mungkin, mereka keluar dari penjara pada malam hari dan bisa tidur nyenyak diatas kasur yang empuk bersama istri dan anak-anak mereka dirumahnya yang mewah.

Bagi kami yang sering berada dijalanan, kami sangat sering menyaksikan ketidakadilan tersebut. Saudara kami yang terlibat pencurian kecil-kecilan karena kelaparan, akhirnya berujung dipenjara dan tidak sedikit yang mengalami pemukulan ketika dipenjara. Sudah menjadi rahasia umum, memang.

Sementara bagi mereka yang punya banyak uang, mereka bisa menyewa sebuah tempat dengan kualitas vvip di penjara. Pada ruangan mereka bisa terdapat fasilitas televisi, ac, karaoke, toilet duduk, dan fasilitas lainnya yang sangat besar kemungkinan setiap penjara memberikan fasilitas tersebut kepada tahanan yang mempunyai banyak uang dan juga mempunyai backing yang sangat besar.

Saya mendapatkan informasi terbaru bahwa ada seorang koruptor yang bisa pulang kerumahnya pada malam hari dan pergi lagi ke penjara ketika subuh hari tiba. Ya, dia tidak tidur dipenjara. Saya memang tidak melihat orang tersebut keluar dari penjara ataupun berada dirumahnya. Tetapi, ada seseorang yang melihat bahwa tahanan tersebut keluar penjara pada malam hari.

Anda mungkin tidak akan terlalu percaya dengan apa yang saya tuliskan ini. Saya hanyalah menyampaikan sebuah informasi yang saya dapatkan. Tugas selanjutnya berada ditangan para pemburu berita untuk memastikan informasi yang saya dapatkan tersebut. Apakah hal tersebut memang terjadi. Jangan sampai, Ayin-Ayin yang baru, kembali tercipta.

Sejatinya, inspeksi mendadak adalah sebuah cara yang sangat tidak bermanfaat. Cara tersebut terkadang tidak berbuah dampak yang sangat manis bagi perbaikan sebuah sistem. Kalaupun membuahkan hasil, bukan tidak mungkin kalau hasil tersebut merupakan bagian dari rekayasa demi sebuah pencitraan.

Sekarang ini, saya bingung dengan para pemimpin dan aparat penegak hukum di negeri ini. Apakah tidak ada lagi orang yang jujur sehingga bisa mendudukkan hukum pada tempatnya dan menjatuhkan hukuman pada seseorang, tanpa memandang dia kaya ataupun memiliki backing yang kuat.

Perlu diketahui bahwa harta haram yang diberikan kepada istri dan anak-anak, akan menjadi darah daging. Sangat besar kemungkinan kalau keturunan anda akan menikmati harta yang haram sepanjang hidupnya. Tentunya hal ini sangat tidak kita inginkan. Mumpung nasi belum jadi bubur, berfikirlah mulai dari saat ini. Mari kita bangkit dan tegakkan hukum dengan sebenar-benarnya agar keadilan dan kesejahteraan itu memang benar-benar dirasakan oleh rakyat Indonesia, bukan rakyat endonesia.

Bangkitlah negeriku.

Sabtu, 03 Desember 2011

Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI

Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI ( internet / matanews.com )
Jika anda menjadi Anggota DPD RI, maka apa yang akan anda lakukan? Itulah sebuah pertanyaan dari lomba yang diadakan oleh Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Lomba tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada rakyat Indonesia untuk menyumbangkan ide dan gagasan yang dimiliki guna memperbaiki keadaan Indonesia menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Kalau menurut saya, Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI, maka saya akan melakukan tiga hal berdasarkan keahlian dan kemampuan yang aku miliki. Ketiga hal tersebut adalah memberikan pelatihan keterampilan dan keahlian kepada para pemuda, menyediakan media promosi bagi para pemuda, dan menyediakan sumber pendaanaan bagi para pemuda tersebut agar dapat melaksanakan keterampilan dan keahlian mereka.

Seperti kita semua ketahui bahwa pemuda memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu Negara. Indonesi atermasuk kedalam salah satu Negara yang berpeluang menjadi pemimpin dunia pada beberapa tahun kedepan karena mempunyai sumber daya manusia yang produktif.

Tentunya, usia produktif para pemuda tersebut harus memiliki keahlian dan keterampilan agar mereka bisa mengarungi kehidupan berdasarkan keahlian dan keterampilan yang mereka miliki. Keahlian dan keterampilan tersebut harus dilatih secara terus menerus agar mereka menjadi ahli dan terampil dalam bidang yang mereka sukai.

Pelatihan tersebut tentunya membutuhkan biaya. Tidak semua generasi muda bangsa ini bisa mendapatkan pelatihan dengan membayar. Oleh karena itu, Seandainya Saya menjadi Anggota DPD RI, maka saya akan mengusulkan agar dibuat sebuah undang-undang atau mungkin merevisi undang-undang ketenagakerjaan agar dibuat sebuah lembaga atau badan pelatihan diseluruh daerah di Indonesia dengan tujuan memberikan pelatihan kepada mereka.

Jikalau memang lembaga atau badan tersebut sudah ada, maka harus lebih dijalankan kembali karena pada saat ini, lembaga atau badan tersebut tidak terlalu banyak atau bahkan tidak bermanfaat bagi masyarakat banyak, khususnya para pemuda. Solusi terbaiknya, mungkin perlu direnovasi kembali struktur kepengurusan dan niat awal pendirian badan atau lembaga tersebut.

Jika sebagian besar pemuda Indonesia sudah memiliki keahlian dan keterampilan sesuai dengan bidang mereka masing-masing, maka langkah selanjutnya adalah dengan memberikan media promosi bagi mereka. Salah satunya adalah dengan membuat website yang berisikan informasi mengenai hasil karya kreatif dari anak bangsa yang berada diseluruh daerah di Indonesia. Tentunya masih banyak cara lain guna mempromosikan kreatifitas mereka dan tentunya saya akan bekerja sama dengan pemerintahaan daerah yang berada di provinsi daerah asal pemilihan saya.

Langkah selanjutnya yang akan saya lakukan adalah dengan membuat sebuah lembaga pendanaan agar mereka yang sudah mempunyai keahlian bisa menerapkan keahlian dan keterampilan yang mereka miliki dengan cara membuka usaha guna mendapatkan keuntungan bagi mereka sendiri. Konsep yang akan saya jalankan adalah dengan cara meminta mereka membuat proposal tentang usaha kreatifitas dan keahlian yang akan mereka jalankan. Setelah melihat dan mempertimbangkan, maka saya akan memberikan pinjaman modal tanpa hutang, tetap dengan sebuah persyaratan ketika mereka sudah bisa mengembalikan uang pinjaman dan mereka sukses dengan usaha mereka, mereka diharapkan bisa memberikan sedikit bantuan sumbangan dengan tujuan agar uang sumbangan dari mereka bisa digunakan untuk membantu orang lain yang akan membuka usaha mereka. Sistem seperti ini akan saya namakan sebagai sistem tolong saudara.

Tiga hal itulah yang akan saya lakukan